Diet Gula yang Sesuai untuk Si Kecil

Diet gula ternyata tak hanya dijalankan oleh orang dewasa saja, tetapi juga bisa diterapkan pada anak-anak. Diet gula adalah jenis diet yang membatasi asupan gula ke dalam tubuh. Tak hanya gula buatan saja, tetapi juga gula alami. Seperti yang Moms ketahui, anak-anak sangat suka sekali makan makanan yang manis. Hal ini disebabkan karena makanan manis bisa membuat suasana hati jadi lebih senang, bisa memberikan energi, hingga citarasanya yang  lebih disukai anak. Gula sangat dibutuhkan bagi tumbuh kembang anak, tapi jika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan justru bisa berdampak buruk bagi anak. Beberapa efek dari kelebihan mengonsumsi gula bagi anak-anak adalah:

  • Menyebabkan Anak Mengalami Obesitas

Dampak yang paling terlihat ketika anak kelebihan gula adalah bisa menyebabkan obesitas. Sudah banyak penelitian yang membuktikan kalau kelebihan gula pada anak dapat menyebabkan obesitas atau kelebihan berat badan. Pasalnya dalam gula mengandung kalori. Jika kalori tersebut berlebihan dan tidak digunakan oleh anak, maka akan menumpuk dan menjadi lemak, lantas mengakibatkan berat badan yang bertambah. Oleh karena itu, diet gula sangat disarankan agar anak tidak mengalami obesitas pada usia dini. 

  • Anak Rentan Terkena Diabetes 

Selain obesitas, salah satu efek yang membahayakan anak jika kelebihan gula adalah bisa terkena risiko diabetes. Diabetes tidak hanya bisa diderita oleh orang dewasa saja, tetapi juga pada anak-anak. Rata-rata anak-anak yang terkena obesitas juga terkena diabetes karena kelebihan kadar gula. 

  • Kerusakan Pada Gigi

Kelebihan gula pada anak juga bisa menyebabkan kerusakan pada gigi. Saat makanan manis yang mengandung gula menempel di gigi, maka kerusakan gigi tak bisa dihindari. Apalagi jika Si kecil termasuk anak yang jarang menggosok gigi dengan teratur. Dengan melakukan diet gula, maka kesehatan gigi Si kecil bisa lebih terjaga. 

  • Anak Menjadi Hiperaktif

Anak yang kelebihan gula juga bisa menyebabkan mereka menjadi lebih hiperaktif alias tidak bisa diam dan terus bergerak. Hal ini dikarenakan tubuhnya mengalami kelebihan gula. Gula yang masuk ke dalam tubuh bisa menghasilkan energi. Jadi jangan heran ketika Si kecil tiba-tiba sangat bersemangat dan terus bergerak tanpa henti. Bisa jadi hal ini karena mereka kelebihan asupan gula. Jika diet gula diterapkan, maka kemungkinan anak menjadi hiperaktif menjadi lebih kecil. 

  • Perkembangan Otak Anak Akan Terganggu

Salah satu dampak dari kelebihan gula pada anak adalah perkembangan otaknya yang bisa terganggu. Kadar gula yang sangat tinggi pada tubuh anak juga dapat menyebabkan peradangan sel di area otak yang dikenal dengan nama hippocampus. Area ini berperan dalam proses penyimpanan ingatan yang menghubungkan panca indera dan emosi dengan ingatan tersebut. Anak juga dapat mengalami penurunan fungsi otak sehingga sulit dalam mengingat atau menghapal sesuatu. 

Cara Diet Gula yang Sesuai untuk Si Kecil

Dengan berbagai risiko yang bisa dihadapi Si kecil, tentunya Moms harus mengambil tindakan dengan melakukan diet gula untuk anak. Lantas bagaimana caranya untuk melakukan diet gula yang sesuai untuk Si kecil? Caranya mudah kok Moms, cukup terapkan langkah-langkah yang ada di bawah ini saja!

  • Kurangi Makanan dan Minuman dengan Pemanis Buatan

Cara yang pertama untuk diet gula adalah dengan mengurangi makanan dan minuman berpemanis buatan. Makanan dan minuman berpemanis buatan menjadi salah satu sumber utama penyumbang kadar gula berlebih pada anak. Jadi sebaiknya Moms menguranginya. Ingat ya Moms, mengurangi, bukan melarang anak untuk sama sekali tidak menyantapnya. Anak yang sudah terlanjur menyukai makanan dan minuman dengan pemanis buatan pasti akan ketagihan sehingga sulit untuk menghentikannya. Jadi lebih baik Moms hanya mengurangi atau membatasi konsumsinya saja. Misalkan jika setiap harinya Si kecil bisa makan dua bungkus cookies, mulai sekarang kurangi hanya satu bungkus saja. 

  • Berikan Lebih Banyak Sayur dan Buah

Berhubung makanan dan minuman yang berpemanis buatan dikurangi, Moms bisa memperbanyak lebih banyak sayur dan buah sebagai salah satu alternatif diet gula  yang bisa dijalankan pada Si kecil. Dengan memberikan lebih banyak sayur dan buah, maka anak akan mendapatkan asupan gula alami sebagai pengganti gula buatan. Beberapa sayur dan buah mengandung kadar gula yang jika dikonsumsi dalam jumlah tepat justru dapat memberikan banyak manfaat untuk tubuh. Biasanya anak kecil akan sulit menyantap sayur dan buah, Moms bisa memasukkan sayur dan buah dalam olahan camilan anak seperti menambahkan wortel parut dalam muffin dan skotel atau menambahkan buah alpukat pada puding. Dengan begitu, secara tidak langsung anak bisa melakukan diet gula dengan mudah. 

  • Buat Sendiri Camilan untuk Anak

Anak-anak sangat suka menyantap camilan. Meski sudah makan makanan utama, mereka pasti akan menyantap camilan. Camilan yang tak sehat dan mengandung pemanis buatan bisa berpotensi membuat anak kelebihan kadar gula. Oleh karena itu, jika Moms ingin Si kecil menjalankan diet gula yang sesuai, buatlah sendiri camilan anak. Sebelumnya cari tahu dulu, apa camilan kesukaannya. Misalkan saja ia suka menyantap camilan cookies, maka buatlah cookies sendiri yang lebih sehat dengan menambahkan beberapa sayuran atau buah kering di dalamnya. 

  • Hindari Memberikan Makanan Manis Sebagai Hadiah

Rata-rata orangtua akan memberikan anak mereka makanan manis sebagai hadiah kalau menuruti perkataan orang tua atau ketika melakukan hal baik. Jika ingin melakukan diet gula untuk anak, mulai sekarang, hindari untuk memberikan makanan manis sebagai hadiah karena hal tersebut bisa menjadikan makanan manis memiliki nilai yang lebih berharga dibandingkan mainan anak. Dengan begitu, anak akan lebih suka diberikan makanan manis dibanding mainan sehingga anak bisa lebih kecanduan makanan manis. 

  • Susu Tanpa Gula dan Perisa Tambahan

Cara yang terakhir untuk melakukan diet gula adalah dengan memberikan Si Kecil susu tanpa gula dan perisa tambahan. Salah satu penyebab anak kelebihan kadar gula dalam tubuhnya adalah susu. Jika Moms memberikan susu tanpa gula dan perisa tambahan, maka Si Kecil tetap bisa minum susu setiap harinya tanpa perlu takut kebanyakan mengonsumsi gula. Susu tanpa gula dan perisa tambahan tak hanya bisa mencegah risiko kelebihan gula pada anak, tetapi juga bisa mencegah obesitas dan munculnya karies pada gigi. 

Lakukan Diet Gula Anak Secara Perlahan dan Bertahap

Dalam melakukan diet gula untuk anak, Moms tidak boleh terburu-buru atau langsung melakukannya. Hal ini dilakukan agar tubuh anak bisa beradaptasi dengan mudah dan tidak kaget. Dengan begitu, anak bisa berpartisipasi dengan baik dan tidak melakukan penolakan. Selain melakukan diet gula, Moms juga harus mengajak anak rutin untuk berolahraga agar kalori yang didapat dari makanan manis bisa tersalurkan dengan tepat. Selain itu, anak juga harus mendapatkan jam tidur yang cukup sehingga metabolisme tubuhnya tetap stabil.
Semoga penjelasan di atas bisa memberikan informasi bagi Moms untuk menjaga agar kesehatan dan tumbuh kembang anak tetap optimal.